About This

Just an ordinary blog about an ordinary, but happily married, couple. Mainly culprit-ed by the Mrs.

Special Update

Sentanu Daily go international!! and by that we mean there will be no more posting in Indonesia language. Well, there will be occasional postings in Indonesia language, but not much. This is because we would like to have a go and monetize our blog. -Sentanu-

The truth about problems...

"Problem" is what you see when you set your eyes off the goal. -unknown-

Apa sih yang menjadikan suatu masalah itu "masalah"? Kalau dipikir-pikir, masalah itu datang dari diri kita sendiri. How do we look at things? Kalau kita bisa fokus pada akhir tujuan atau "goal" yang ingin kita capai, maka semua rintangan yang kita hadapi dalam perjalanan menuju tujuan tersebut akan menjadi suatu tantangan atau "anak tangga" yang memang harus kita lalui dan secara otomatis kita akan menggunakan semua akal pikiran kita untuk bisa melalui tantangan-tantangan tersebut demi mencapai tujuan. Tapi... kalau kita kehilangan fokus dan mulai "melihat" rintangannya saja, maka itu akan menjadi "masalah" yang kita hindari karena kita kehilangan tujuan.

Challenge of the month!!

Bulan ini tampaknya jadi salah satu bulan terberat tahun ini. Cobaan dan tantangan datang bertubi-tubi, physically and mentally. Salah satunya, kemarin-kemarin saat pulang kantor saya lagi nunggu hubby datang menjemput. kebetulan sore itu hujan lebaaaaaatt... saya nunggu di lobby gedung yang lantainya dari marmer. Tau kan lantai marmer kalo kena basah jadi licin? Danger deh pokoknya. Apalagi waktu itu saya pakai sepatu hak stiletto. pas hubby datang saya pun mulai menuruni tangga marmer basah tadi dengan SANGAT HATI-HATI.. anak tangga pertama.. selamat.. anak tangga kedua.. selamat.. ketiga.. keempat.. selamat.. anak tangga terakhir.. GEDUBRAG BUK BAK.. huhu.. jatuuuuuh.. terjerembab dengan posisi terlentang di depan mobil (kalau orang lihat mungkin kesannya ditabrak mobil). Tapi entah kenapa secara reflek (mungkin karena gengsi) saya pun langsung bangun sendiri.. jalan pelan-pelan (at this time saya lihat satpam langsung lari menuju arah saya dan hubby udah mau keluar mobil).. buka pintu pelan-pelan... masuk mobil.. duduk.. semua dengan tampang LURUS. Di dalam mobil baru berasa deh sakitnya dan baru ketauan kalau tangan saya sobek dikit kena plat mobil. Saat itu juga efek ga makan siang gara-gara lupa bawa uang menyerang karena kepala langsung terasa pusing dan badan berasa lemes selemes-lemesnya. Hubby langsung panik deh :) Sampai rumah beliau langsung sibuk ke sana ke mari bersihin luka, ngobatin, bikinin makanan, cuciin piring.. Duh.. lucky me.. hubby yang baik sekali, tapi kenapa ga sekalian nyapu, pel, dan cuci baju? (huahaha.. istri kurang ajar).

Besoknya, untuk agar supaya saya ga "kecelakaan" lagi, hubby suruh saya ke kantor bawa mobil. Eh.. emang lagi sial... pas di mobil tangan sempet kejepit pintu, kaki nyangkut, otot ketarik.. dan sebagai finishing act, kepala saya dengan indahnya terbentur pintu saat sedang ambil tiket parkir. Bagus... what next?

Sampai saat ini sih.. belum ada apa-apa lagi. Moga-moga sampai seterusnya ga ada apa-apa lagi. Cuma.. ada satu hal yang menurut saya jadi TANTANGAN TERBERAT BULAN INI.
Gara-gara pindahan kemarin banyak uang keluar ditambah lagi saya baru daftar member di tempat fintess baru.. memaksa saya untuk memakai cara-cara yang tidak diinginkan untuk memenuhi kebutuhan. Apa itu? Menghabiskan limit credit card, which means: NO SHOPPING FOR A MONTH. NOOOOOOO.... belum lewat 2 minggu dari bulan ini dan hidup sudah terasa begitu beeerraaaattt :(

Tapi kalau saya ingat begitu banyak orang-orang tidak mampu di dunia ini yang beli makan saja susah, maybe it's not such a big deal. Tapi di gedung sebelah lagi ada bazar merek u2, elle, dsb super murah... No No No! Lain kali pasti ada lagi kok... tapi kalo ada barang limited edition yang ga akan ada lagi? AAaaararrgghh..! Stop it stop it stop it. Duuhh.. tolong.

May this all pass quickly.

Home fast food: Nasi sosis keju

Salah satu kerjaan domestic goddess yang utama adalah memasak. Sebenarnya saya senang memasak, tapi suka malas belajar, hehehe. Sebagai domestic goddess level rookie, ilmu memasak saya masih minim. Tapi untungnya, saya dapat kesempatan untuk "mencontek" beberapa resep praktis dari mama untuk keadaan darurat (maksudnya darurat itu kalo udah bener-bener ga mau ribet masaknya). Salah satunya yang hubby suka banget adalah nasi tabur keju sosis. Cara bikinnya? Just like the name... nasi (enaknya pas masih hangat-hangat) ditabur keju parut dan sosis goreng :)

new life, new home

Horeeee... sejak hari sabtu kemarin kami pindah ke rumah baru, terpisah dari orang tua dan... akhirnya, setelah 5 bulan married kita bisa tinggal berdua!! The real marriage life starts here!! Emang terasa beda banget kalo tinggal berdua aja. Ga ada pengaruh siapa-siapa, mau ngapa-ngapain ga risih, hehehe... Eits.. jangan mikir yang jorok2 yaaa.. maksudnya ngapa-ngapain tuh kaya mau ngatur perabotan kaya gimana bebas aja. Mau keluar malam-malam berdua bebas aja. Mau stel tipi ato muik keras-keras bebas aja. Mau males-malesan juga bebas aja.

Tapi... di sini baru keliatan kepribadian dan kedewasaan kita yang sebenarnya gimana. Kalau dulu tinggal dengan orang tua selalu ada yang ngingetin, nasehatin, negur. But at the same time, hidup berdua "memaksa" kita untuk lebih mawas diri.. walopun kadang ada kalanya masih bersikap kekanak-kanakan :) Let this be a lesson. Belajar dari pengalaman emang cara belajar yang paling mantap.

Hubby... if you're reading this... moga-moga kita bisa belajar banyak dan tamba dewasa dari pengalaman ini ya :)

These past few dayz....

Wah... dah lama banget nih ga ngisi blog yang ini. Banyak yang bisa diketik :)

Sekarang ini lagi banyak isu hot seputar agama (penayangan film dokumenter "fitna") dan teknologi informasi (pengesahan undang-undang informasi dan transaksi elektronik). Pasti banyak nih blogger-blogger yang udah mengeluarkan uneg-uneg dan angkat bicara. Dua isu tadi berlainan tp punya keterkaitan yang erat. Yang satu itu isu konflik agama melalui wadah internet, satu lagi isu internet yang mewadahi (antara lain) konflik agama.

Saya sih ga akan komentar terlalu banyak. No.. no.. otakku ga qualified tuk bisa memikirkan dua hal tadi terlalu dalam. Saya cuma mo bilang:

1. Isu film Fitna:

Kenapa orang begitu heboh? Saya perhatikan banyak umat islam di seluruh dunia mati-matian menyatakan defensive arguments yang mencoba menunjukkan bahwa pesan yang diutarakan dalam film itu ga benar. Sampai-sampai depkominfo meminta youtube untuk memblokir film Fitna dari situs mereka (tapi departemen agama kok diem-diem aja ya?). Lha? Judulnya kan sudah mewakili arti filmnya: FITNAH. Sudah ga perlu di-point out lagi. Film itu adalah fitnah terhadap agama Islam, walaupun mungkin yang bikin film maksudnya bukan begitu. Agak ironis sebenarnya. Kalau saya pikir sih, yang begitu ga usah ditanggapi sampai segitunya. Aksi lebih baik dari sekedar kata-kata. Walaupun kita mau protes sampai mulut kram, lidah kering dan bibir monyong... kalo masih ada kejadian-kejadian pemboman yang notabene merupkana aksi teroris orang islam, yang begini pasti terus terjadi. Mengeluarkan argumen-argumen tajam dan pemblokiran sama seperti mengipasi api, malah membesar apinya. Kalau minta film diblokir? Mending kalau niat dari boikot itu diartikan baik dan benar, tapi kalau dikira boikot itu diminta untuk melancarkan rekrutmen jihad? Kalau permintaan kita justru dianggap untuk membantu menutupi aksi para teroris? Perubahan harus dimulai dari diri kita sendiri, kata orang yang saya lupa nama dan jaman kehidupannya. Tunjukkanlah kepada dunia bahwa Islam itu damai dan indah, jangan cuman ngomong aja.

Sticks and stones may break my bones but words will ever hurt me.

2. Pengesahan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik

Undang-undang yang belom dinomorin ini.. mmm.. apa yaaa.. gimana ya ngomongnya? Agak bingung juga mo komen masalah UU ini. Banyak yang rancu sih.

Misalnya aja Pasal 2 yang pada intinya mengatakan bahwa UU ini berlaku di seluruh dunia dan terhadap warga negara mana aja yang merugikan kepentingan negara. Yang seperti ini kan perlu di-back up dengan adanya hukum internasional yang relevan. kalau engga, aplikasinya bisa jadi tidak mungkin diterapkan.

Pasal 27 ayat (1) dan (2):
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.

Kalau diperhatikan susunan kalimatnya... berarti yang dilarang cuma mendistribusikan, mentransmisi dan membuat dapat diaksesnya. Berarti kalau kita mengakses masih boleh donk? Padahal saya baca di suatu artikel di detik, hal ini adalah untuk meningkatkan moral bangsa dan rasa tanggung jawab. Meningkatkan gimana caranya kalau begitu? Kan salah satu prinsip bangsa Indonesia yang terkenal adalah "tak ada rotan, akar pun jadi". Percaya deh, orang kita pasti akan berhasil menemukan cara lain untuk mengakalinya. Karena selama masih ada pasarnya, penjualnya pun tetap akan bertahan. Nah.. untuk masalah tanggung jawab, saya mau tanya, apa kalian tidak ada yang merasa tersinggung? Karena ini sama saja seperti melarang anak kecil makan permen dengan cara menyita permennya. Lah? Emangnya kita anak kecil kok diperlakukan seperti itu? Tanggung jawab itu ya tergantung kesadaran masing-masing individu dan masih banyak cara lain yang lebih dewasa untuk mengajarkan dan meningkatkannya. Lagipula, kan lucu kalau kita dipaksa bertanggung jawab oleh orang-orang yang sendirinya belum tentu "jujur dan bertanggung jawab".

Sekali lagi, kalau mau ada perubahan mulailah dari diri kita sendiri (siapa sih pelopor quote yang bagus banget ini?!).

Segitu aja komen dari saya... tadinya ada satu hal lagi yang mau diangkat, tapi karena terlalu terbawa isu 2 hal di atas saya jadi lupa deh :)

P.S.: Daripada nanti saya terjerat Pasal 27 UU ITE, kayaknya mendingan saya bikin disclaimer:

Tulisan ini samasekali tidak ada niat untuk menghina, mencemarkan, memeras ataupun mengancam pihak manapun. Kalaupun ada, itu adalah ketidaksengajaan.